OKU Selatan | medialbhwartawan.com – Jum,at tanggal 1 Juli 2022 hari yang sangat di nanti oleh Pardianto AM Com putra pertama Bapak Suanto dan ibu Yulianti dengan seorang putri Ynisten AM Kebidanan , putri pertama Bapak Saptoni dan ibu Dewianah.
Masjid yang di beri nama Al Amin, merupakan Masjid didirikan pada zaman penjajahan Belanda, Al Amin itu sendiri nama orang pertama memimpin desa ini bergelar Kerio Perang , hari ini kembali menjadi saksi bisu , tertautnya keluarga besar Pak Suanto dan Pak Saptoni ,
Sekaligus menjalin kekerabatan antara tiga suku , Pak Suanto berasal dari Jawa Tengah sedangkan ibu Yulianti dari suku Semende , Bapak Saptoni juga berasal dari suku Semende sedangkan ibu Dewianah dari suku Kisam.
Sebelum acara yang sangat sakral itu berlangsung, bak gayung bersambut, perwakilan keluarga dari kedua belah pihak, perwakilan dari mempelai putra di sampaikan oleh Pak Ir Saleh mantan Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jambi , di utarakan Ir Saleh Untayan kata – kata meniti adat istiadat yang biasa di laksanakan di wilayah ini.
Dia sangat bahagia dan senang sekali mendapat mandat keluarga untuk menyampaikan kata penyerahan dari pihak penganten peria , Saya sambung Pak Saleh ada dua sisi dapat dipetik disamping sebagai penyambung lidah Pak Suanto juga dapat bersilaturahmi pada keluarga besar di Desa Srimenanti Kec Buay Pemaca Kabupaten OKUS Sumatera Selatan ini, sekian lama dia tinggalkan merantau karena tugas negara ke negeri orang ujarnya.
Sedangkan dari pihak mempelai wanita Pak Perayitno S.Ag , dengan wajah berbinar – binar pertanda gembira dia sampaikan menyambut baik kata penyerahan dari pihak mempelai peria sekali gus dia meminta pada petugas pelaksana Akad pernikahan , dalam hal ini di ambil oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Buay Pemaca Kab OKUS yaitu Pak Syafaruddin S.Ag.
Menginjak ke acara ijab kabul , Ustd Syafaruddin mendamping wali nikah Pak Saptoni , langsung bertanya pada penganten wanita apa saja yg menjadi kesepakatan sebagai maskawin , di jawab pengantin wanita , meminta pada calon suaminya untuk membacakan Ayat – ayat suci Alquran , surat Ar Rahman ayat satu sampai ayat tujuh puluh delapan dan 13 gram emas.
Penghulu langsung berbalik arah sembari berucap , apakah saudara Supardianto bersedia dan siap , di jawab siap , suntak hadirin yang memenuhi ruang masjid Al Amin terdiam , pengantin peria di persilahkan untuk melantunkan bunyi ayat yang di minta calon isterinya , Pardi sangat menguasai pembacaan itu.
Nampak di wajah ibu Yulianti berbunga bunga mendengarkan putra nya melantunkan ayat ayat suci , terlihat pengantin peria sangat religius.
Kades Bambang Sujoko selaku Pemerintah Setempat sampaikan ini adalah suatu acara besar untuk adat istiadat yang biasa di laksanakan , karena katanya acara pernikahan seperti ini adalah suatu acara menautkan dua kelurga besar tidak jarang mengkombinasikan dua tata cara dan adat istiadat , nah seperti ini lanjut Pak Bambang ini tiga suku saling bertautan maka tentu akan di ikuti, jadi cukup meriah sekali, tutup Kades Bambang.(Ramsidi)